widgeo.net

Jumat, 03 Desember 2010

Rabu, 01/12/2010 08:20 WIB 

Sony: Xbox Kinect Tak Sehebat Playstation Move
Trisno Heriyanto - detikinet

Jakarta - Jika Microsoft mengklaim Kinect untuk Xbox 360 sebagai alat pengendali game paling mutakhir yang bisa menghadirkan sensasi saat sedang bermain, namun tidak bagi Sony. Perusahaan asal Jepang ini mengaku telah menemukan sejumlah kelemahan pada sistim kontroler milik pesaingnya.

Sebagai kompetitor, Sony yang juga memiliki kontroler serupa pada produk PlayStation Move, sudah barang tentu akan terus mengeksploitasi kelemahan para pesaingnya, khususnya Microsoft. Kali ini, Sony menemukan satu kelemahan bahwa kontroler milik Kinect tidak bisa digunakan untuk jenis game tertentu. Terutama untuk game yang memerlukan deteksi gerakan dengan cepat.

"Dibanding Kinect, Move lebih cocok di semua jenis Game. Kamera pada PlayStation Eye dapat mendeteksi gerakan hingga 60 FPS (frame per detik), sedangkan Kinect hanya bisa mendeteksi 30 FPS. Itu artinya Kinect tidak bisa digunakan untuk game yang membutuhkan gerakan cepat," ucap Anton Mikhailov, Engineering PlayStation Move.

Sony juga mengatakan bahwa menggunakan Kinect bakal menguras 'tenaga' Xbox 360 hingga 10-15 persen dan memori hingga 50MB. Berbeda dengan dengan PlayStation Move yang diklaim tak banyak membutuhkan sumber daya.

"Move hanya memakan resource sekitar 1 persen dan memori tidak lebih dari 1 MB," tambah Mikhailov, dikutip detikINET dari CVG, Rabu (1/12/2010).

Meski sempat dihebohkan dengan beragam berita miring, misalnya, seperti sulitnya mendeteksi pemain berkulit hitam, membutuhkan ruangan yang cukup terang, hingga aturan berpakaian, namun tidak menyurutkan gamer untuk memiliki kontroler Kinect. Buktinya, dalam 25 hari pertama penjualannya kontroler tersebut ludes sebanyak 2,5 juta unit.


Selasa, 30/11/2010 12:06 WIB 

1,5 Juta Unit Wii dan DS Ludes di PekanBlack Friday
Rachmatunisa - detikinet



Jakarta - Nintendo menampakkan cakarnya lagi di pasar perangkat game. Setelah cukup lama penjualannya sempat lesu, selama pekan Black Friday atau periode promosi besar-besaran menjelang liburan Natal di Amerika Serikat (AS) Nintendo berhasil menjual 1,5 juta unit Wii dan DS. 

Seperti dikutip detikINET dari Cnet, Selasa (30/11/2010), Nintendo mengumumkan perusahaannya telah menjual 900 ribu unit DS dan 600 ribu unit Wii di AS untuk periode 21 November hingga 27 November. 

"Ini artinya konsumen AS membeli sekitar 9.000 perangkat Nintendo tanpa henti setiap jam setiap hari selama pekan Black Friday," kata President Nintendo AS Reggie Fils-Aime. 

Pengumuman ini tentunya menjadi salah satu hal penting bagi produsen game asal Jepang tersebut dalam mengembalikan kepercayaan publik akibat penurunan penjualan yang sempat menderanya selama beberapa bulan silam.

Bulan lalu, Nintendo dilaporkan mengalami periode mengecewakan selama enam bulan mulai April hingga September dengan kerugian sebesar USD 24,6 juta. Pada periode itu, penjualan DS mengalami penurunan signifikan karena Nintendo hanya mampu menjual 6,69 juta unit. Angka ini turun dari periode yang sama di tahun sebelumnya 11,7 juta unit. 

Hal yang sama terjadi pula pada Wii. Selama bulan April hingga September, Wii hanya terjual sekitar 4,97 unit, memperlihatkan penurunan dari periode yang sama di 2009 sebanyak 5,75 unit. ( rns / ash )

Bumi Itu Bulat, Bumi Itu Datar

Jumat, 03/12/2010 17:30 WIB 
Kolom Venus
Bumi Itu Bulat, Bumi Itu Datar
Penulis: Venus - detikinet






Jakarta - Bumi itu datar. Berabad-abad silam, inilah yang kita percayai. Sampai kemudian Columbus mematahkan anggapan ini, dan berhasil membuktikan bahwa bumi sebenarnya tidak datar, tapi bulat bundar. Jika kita berjalan dari satu titik menuju ke arah timur, misalnya, pada saatnya, perjalanan kita akan berakhir di titik koordinat yang persis sama. 

Para pakar marketing dan social media nampaknya punya dua pendapat berbeda soal ini. Dari perspektif ilmu pemasaran, sebagian berkeyakinan bahwa era digital dan new media memungkinkan kita percaya bahwa bumi memang datar. The world is flat. 

Sebagian yang lain menyangkal, dan mengatakan bahwa terlalu naif menganggap bumi sedatar itu. Pesatnya perkembangan teknologi informasi, nyatanya, belum menyentuh semua kalangan. Itu sebabnya, mereka bilang ‘the world is curved’.

Ada yang menarik dan baru saya ketahui kemarin siang. Pada satu kesempatan diskusi informal mengenai social media dan penggunaannya di Indonesia, seorang pejabat kementrian luar negeri Amerika Serikat, menyebut-nyebut sesuatu tentang Khan Academy. 

Di Indonesia, Pandji dan kawan-kawan berkibar dengan Indonesia Unite. Kita juga punya Akademi Berbagi, sebuah lembaga belajar informal yang difasilitasi oleh detikcom. Satu cara baru belajar sesuatu tanpa harus bersekolah formal, dan semuanya serba gratis. Komunitas penggiat online juga mengenal Obsat (Obrolan Langsat). Kita juga mengenal  komunitas Blogger Peduli, yang bersama-sama dengan banyak kelompok lain, saling mendukung ketika terjadi bencana alam seperti ledakan gunung berapi, gempa, banjir bandang, atau tsunami, di berbagai pelosok negeri.

Fakta bahwa masyarakat Indonesia memanfaatkan teknologi dan new media dengan berbagai variannya (sebut saja: blog, twitter, koprol, facebook) untuk hal-hal positif seperti ini, membuat dunia takjub. Sungguh membesarkan hati mendengar reaksi dan komentar para peserta diskusi, ketika kami bergantian menjelaskan tentang social media  di Indonesia, dan apa saja yang kami lakukan dengan media baru tersebut. 

Kembali ke Khan Academy yang –gantian—membuat saya terkagum-kagum. Dari pencarian singkat di mesin pencari Google, saya semakin sadar, ada begitu banyak hal positif yang bisa kita lakukan demi kebaikan banyak orang. 

Internet membuat segalanya menjadi murah, bahkan bisa saja gratis. Melalui ribuan video yang diunggah di Youtube, siapa pun bisa belajar tentang matematika, science, sejarah, atau ekonomi. Salman Khan yang menyandang beberapa gelar sarjana dari MIT, bermurah hati membagi ilmunya. Gratis, untuk siapa saja, di belahan bumi mana pun kita tinggal. Luar biasa.

Jadi apakah bumi itu bundar atau datar, rasanya tak penting lagi untuk diperdebatkan. 

Kamis, 02 Desember 2010

Trending Topic Twitter Disusupi Link 'Jahat'

Trending Topic Twitter Disusupi Link 'Jahat'
Rachmatunisa - detikinet

Jakarta - Sudah bukan rahasia lagi jika para pelaku kejahatan cyber memanfaatkan jejaring sosial sebagai salah satu media strategis untuk melancarkan aksinya. Tak hanya menyusup di Facebook, mereka juga menggunakan Twitter untuk menjebak netter. 

Para ahli keamanan internet dan komputer memperingatkan bahwa para pelaku kejahatan cyber kini tengah gencar melakukan serangan malware atau program jahat melalui trending topic Twitter. 

Seperti diketahui, trending topic Twitter mengurutkan topik apa saja yang tengah ramai dibicarakan. Keberadaannya sangat mudah diketahui, karena tweeps bisa langsung menemukannya di sidebar kanan timeline.

Dengan mengklik salah satu trending topic, pengguna akan melihat news feed atau tweet yang berisi konten mengenai topik tersebut secara real time, sehingga memudahkan siapa saja untuk nimbrung membicarakan topik yang tengah dibahas. 

Nah, seperti dilansir Softpedia dan dikutip detikINET, Kamis (02/12/2010), ahli keamanan internet dari vendor anti virus Kaspersky Denis Maslennikov menyebutkan beberapa diantara trending topic itu ada yang berisi malware. 

"Investigasi lebih jauh mengemukakan, beberapa trending topic dengan layanan penyingkat URL seperti tinyurl.com, urlcut.com, bit.ly, doiop.com, tiny.cc, alturl.com, shortlinks.co.uk, mengarahkan pengguna ke situs jahat," ujarnya. 

Dikatakan olehnya, link atau tautan tersebut menggiring pengguna mengakses serangkaian tautan hingga akhirnya menemukan sebuah halaman yang menginstruksikan mereka agar mengunduh Flash Player versi ActiveX untuk melihat konten yang dimaksud. 

File yang disediakan untuk diunduh sejatinya bukanlah Flash Player installer, melainkan trojan downloader yang terdeteksi oleh Kaspersky sebagai Trojan-Dropper.Win32.Drooptroop.ipl. Maslennikov memberi catatan bahwa upaya untuk 'meracuni' trending topic Twitter ini sangat agresif, dengan hampir 3.000 tautan jahat yang terposting. ( rns / ash )
FROM:http://www.detikinet.com/read/2010/12/02/164832/1507802/323/trending-topic-twitter-disusupi-link-jahat/?i991102105

Penjual iPad Non-Resmi, Bersiaplah Turun Harga!

Penjual iPad Non-Resmi, Bersiaplah Turun Harga!
Fajar Widiantoro - detikinet













JAKARTA-denganhadirnya iPad resmi di Indonesia mulai Rp 4,7 juta, bersiaplah para penjual iPad non-resmi yang dulu membanderol iPad mereka di atas Rp 5 juta, untuk segera menurunkan harga. Bagaimana tanggapan mereka ?

Saat detikINET mencoba mengubungi beberapa penjual non-resmi, Kamis (2/12/2010), rata-rata dari mereka memang belum menurunkan harga dan masih mematok harga tinggi.
Iwan, salah satu penjual iPad non-resmi yang terdapat di sebuah forum produk IT memaparkan bahwa ia terakhir masih menjual iPad 16 GB Wi-Fi seharga Rp 6 juta. "Terakhir iPad paling murah saya jual Rp 6 juta, tapi sekarang barangnya lagi kosong," paparnya ketika dihubungi detikINET. Ia mengaku belum tahu apakah nanti harganya iPad-nya akan turun.

Pendapat lain diungkapkan oleh penjual berinisial 'r', yang biasa menjajakan produk Apple dari forum ke forum. "iPad 16 GB Wi-Fi masih Rp 5,8 juta, harga second mulus masih Rp 5,25 juta," paparnya seraya mengatakan harga nett yang jatuh di angka Rp 5,5 juta.

Begitu juga dengan pendapat salah satu reseller iPad kota Jogja bernama Bryan. "iPad 16 GB Wi-Fi masih Rp 5,5 juta nett. Untuk versi 16 GB Wi-Fi+3G masih di angka Rp 8 juta (harga resmi Rp 6 jutaan-red)," jelasnya.

Sebenarnya beberapa dari mereka mengetahui bahwa produk itu telah dijual resmi di AppStore Indonesia dengan harga lebih murah. Jadi, untuk menjaga persaingan, bersiaplah para penjual iPad non-resmi untuk segera menurunkan harga! 

FROM:http://www.detikinet.com/read/2010/12/02/160554/1507717/317/penjual-ipad-non-resmi-bersiaplah-turun-harga/?i991102105

BlackBerry Raih Sertifikasi Keamanan Pemerintah AS

                                                     BlackBerry Torch (ist)
Jakarta - Research in Motion (RIM) mengumumkan bahwa handset BlackBerry besutannya mendapat persetujuan standar keamanan dari pemerintah Amerika Serikat. Sistem operasi BlackBerry 6 sekarang telah bersertifikasi FIPS 140-2.

FIPS (Federal Information Processing Standard) adalah seri standar yang diterapkan pemerintah AS untuk memastikan produk komputer memenuhi persyaratan sekuriti tinggi, khususnya dalam perlindungan data. Standar ini dipakai lembaga pemerintahan, industri dan organisasi di AS yang menyimpan dan mengirim data dengan informasi sensitif.

"Sertifikasi FIPS akan membantu mengembangkan jangkauan BlackBerry 6 pada user di lembaga pemerintahan dan organisasi lain yang sadar sekuriti," klaim Scott Totzke, Vice President BlackBerry Security Group at RIM.

BlackBerry 6 melakukan debut di BlackBerry Torch pada tahun 2010. Kemudian, seperti detikINET kutip dari Cnet, Kamis (2/12/2010), OS ini diadopsi oleh handset BlackBerry Bold dan Style.

Menurut analis IDC Mobile Device, William Stofega, sertifikasi FIPS cukup penting untuk perusahaan perangkat mobile seperti RIM dan menegaskan bahwa RIM cukup superior dalam soal sekuriti. Dia menyatakan, hanya sedikit pembuat perangkat mobile mendapat sertifikasi tersebut.

Ironisnya, di sisi lain, sekuriti model enskripsi yang dipakai RIM di BlackBerry sering menuai protes dari pemerintah berbagai negara, misalnya India dan Arab Saudi. Pemerintah negara tersebut mengeluh tidak dapat mengakses data dari pengguna BlackBerry, padahal menurut mereka akses itu penting untuk keamanan negara.
FROM:http://www.detikinet.com/read/2010/12/02/160800/1507729/317/blackberry-raih-sertifikasi-keamanan-pemerintah-as/?i991102105